Monthly Archives: February 2011

KURVA SIGMOID PERTUMBUHAN

Standard

Tujuan

Meneliti laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji sampai daun mencapai ukuran tetap pada tanaman kacang jogo.

 Pendahuluan

Salah satu ciri organisme adalah tumbuhdan berkembang. Tumbuhan tumbuh dari kecil menjadi besar dan berkembang dari satu sel zigot menjadi embr io kemudian menjadi individu dewasa (Campbell 2002). Pertumbuhan diartikan sebagai suatu proses pertambahan ukuran atau volume serta jumah sel secara irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke bentuk semula (Syamsuri 2004). Pertambahan volume sel merupakan hasil sintesa dan akumulasi protein, sedangkan pertambahan jumlah sel terjadi dengan pembelahan sel (Kaufman 1975). Proses tumbuh dapat dilihat pada selang waktu tertentu, di mana setiap pertumbuhan tanaman akan menunjukkan suatu perubahan dan dapat dinyatakan dalam bentuk kurva atau diagram pertumbuhan.

Kurva sederhana sering berguna dalam perujukan berbagai data yang terukur (Salisbury 1995). Kurva sigmoid yaitu kurva pertumbuhan cepat pada fase vegetatif sampai titik tertentu akibat pertambahan sel tanaman kemudian melambat dan akhirnya menurun pada fase senesen. Kurva menunjukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali, yaitu fase logaritmik, fase linier dan fase penuaan. Pada fase logaritmik ini berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya, tapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme. Semakin besar organisme, semakin cepat ia tumbuh. Pada fase linier, pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun, saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua.

Pertumbuhan tanaman mula-mula lambat, kemudian berangsur-angsur lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum, akhirnya laju tumbuh menurun. Apabila digambarkan dalam grafik, dalam waktu tertentu maka akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S). Bentuk kurva sigmoid untuk semua tanaman kurang lebih tetap, tetapi penyimpangan dapat terjadi sebagai akibat variasi-variasi di dalam lingkungan. Ukuran akhir, rupa dan bentuk tumbuhan ditentukan oleh kombinasi pengaruh faktor keturunan dan lingkungan (Solin 2009). Pertumbuhan tanaman mula-mula lambat biasanya tumbuhan mengalami fase adaptasi terhadap lingkungan tumbuhnya.

 

Hasil Pengamatan

Tabel 1 Data panjang rata-rata daun  pengamatan

Umur Tanaman

Panjang rata-rata daun (cm)

0

0.75

3

2.5

5

4.183

7

7.025

9

10.37

12

12.29

15

12.62

18

12.94

21

13.01

24

13.42

28

13.6

 

                            


Gambar 1 Phaseolus vulgaris tampak samping.

            Gambar 2 Phaseolus vulgaris tampakatas.



 

 

Grafik 1 Hubungan umur tanaman terhadap panjang rata-rata daun.

 

 

Pembahasan

 

            Praktikum kali ini melakukan pengamatan laju tumbuh daun sejak dari embrio dalam biji sampai daun mencapai ukuran tetap pada tanaman kacang jogo. Setiap hari dilakukan penyiraman tanaman tersebut dengan akuades namun pada hari tertentu yang telah disepakati bersama dilakuan pengukuran panjang  rata-rata daun Phaseolus vulgaris ini.

Kurva sigmoid merupakan kurva pertumbuhan cepat pada fase vegetatif sampai titik tertentu akibat pertambahan sel tanaman kemudian melambat dan akhirnya menurun pada fase senesen. Kurva menunjukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Tiga fase utama biasanya mudah dikenali, yaitu fase logaritmik, fase linier dan fase penuaan. Pada fase logaritmik ini berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya, tapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme. Pada hasil pengamatan fase ini terjad dari hari pertama pengamatan sampai pada hari ke lima sampai panjang daun rata-rata mencapai 4.183 cm. Semakin besar organisme, semakin cepat ia  tumbuh. Kemudia pertumbuhan dengan meningkat tajam spade hari ke tujuh dan  Sembilan, yang berturut-turut panjang rata-ratan daunnya mencapai 7.025 cm dan 10.37 cm. Pada fase linier, pertambahan ukuran berlangsung secara konstan. Jika dilihat hasil pengamatan fase ini terjadi setelah hari ke duabelas sampai pada akhir pengamatan yaitu hari ke duapuluh delapan, hal ini dapat dikatakan fase linier karena penambahan panjang rata-rata tak terlalu drastis hampir stabil. Fase penuaan dicirikan oleh laju pertumbuhan yang menurun, saat tumbuhan sudah mencapai kematangan dan mulai menua. Pada pengamatan fase ini belum terlihat, kemungkinan jika wktu pengamatan diperpanjang, fase ini dapat dilihat.

Data hasil pengamatan panjang daun rata-rata terhadap umur tumbuhan kemudian tergambar dalam sebuah grafik, kurva yang dihasilkan sedikit menyerupai huruf S. fase adaptasi tanaman tersebut dengan lingkungannya berlangsung cepat karena pada pengamatan ketiga sudah dimulai fase logaritmik, ditandai dengan pertambahan panjang yang meningkat. Kurva menunjukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu.Kenaikan panjang rata-rata daun ini menunjukkan ukuran kumulatif dari waktu  ke waktu, dimana tanaman pada saat ini berada pada fase logaritmik. Hal ini sesuai dengan literatur, yang menyatakan bahwa kurva menunujukkan ukuran kumulatif sebagai fungsi dari waktu. Fase logaritmik berarti bahwa laju pertumbuhan lambat pada awalnya, tapi kemudian meningkat terus. Laju berbanding lurus dengan ukuran organisme.

Simpulan

Tiga fase utama biasanya mudah dikenali, yaitu fase logaritmik, fase linier dan fase penuaan. Pertumbuhan tanaman mula-mula lambat, kemudian berangsur-angsur lebih cepat sampai tercapai suatu maksimum, akhirnya laju tumbuh menurun. Apabila digambarkan dalam grafik, dalam waktu tertentu maka akan terbentuk kurva sigmoid (bentuk S).