Celoteh tentang kami dan sang pahlawan

Standard

Bogor 28.08.10

Jam 10.00 WIB

 

Berasal dari suku bangsa berbeda,

Kami anak negeri yang di penuhi rasa ingin tau.

Hingga suatu waktu dahulu, kami bertemu di suatu tempat untuk belajar bersama..

selama 6 tahun, bersama manusia berhati peri.

SIAPA DIA?

Dialah Pahlawan tanpa tanda jasa. Patriot pejuang pembangun peradaban intelektual Indonesia.

Di sana kami Belajar apapun.

Di sana gedung bisu tanpa suara,

namun menjadi saksi kebersamaan kita.

Di sana tercipta jejak2 sejarah tertoreh demi kegemilangan prestasi bangsa.

TEMPAT AP ITU?

Tempat itu adalah.

SDN Bambu Apus 05 pagi.

 

Teman2,

Ingatlah ketika kita di tingkat dasar,

Lucu dan sangat lucu, dengan wajah yang lugu dan polos,

Ketika itu belum banyak dari kita yang tau huruf dan angka apalagi untuk tau dunia dan seisinya,

Namun apa yang di berikan oleh guru2 kita,

Dengan kesabaran yang maha dasyat membimbing untuk dapat membaca,

tak hanya itu

ketika jerit tangis, dan segala tingkah kekonyolan dulu terjadi.

Bukan amarah yang kita dapat, namun kasih sayang lembut bak peri.

 

Seiring berjalannya hari, keakraban mengalir melalui canda tawa dan tangis haru bahagia..

Masa kecil yang sangat bahagia..

Jelas sekali terputar kembali memori ini,

Memori tentang masa kecil dulu.

Tentang kita. tentang kisah indah saat di sana…

Teringat semua kenagan indah..

Terlintas wajah2 penuh bahagia..

 

Waktu berlalu begitu cepat, bergulir,

Tak terasa 8 tahun tak bersua dan tatap muka.

Ada rindu menerjang, hati buncah dengan segala rasa menyatu.

Sore ini,

Lagi2 menjadi saksi bisu pertemuan kita.

Menjadi saksi bisu pertemuaan yang sangat dinantikan,

Pertemuan antara anak didik yang rindu dengan teman sepermainan dan pahlawannya,

 

Terasa begitu berbeda ketika tak lagi berseragam merah putih yang pernah di banggakan.

Dengan segudang permainan bahagia, intrik dan masalah yang pernah di alami.

Namun lagi2 harus terpisah oleh jarak dan kesibukan masing2..

Sore ini.. di tempat ini.

Kita berkumpul. Tak ada maksud lain selain agar rasa persaudaraan antara kita tetap terjalin.

 

Guru2ku,

Sungguh mulia engkau,

Sungguh sangat bahagia kami bisa berada bersamamu kembali di sore ini. Di tempat ini.

Setelah terpisah jarak dan waktu.,

Namun kau tetap dalam ingatan.

Dan tak akan pernah pudar dalam hati ini.

Takakan lekang oleh waktu,

Kau menjadi bagian dalam hidup kami.

Kau kan selalu terkenang sampai nanti. Sampai mati.

 

Liat kami guru2ku,

Kami kini tak lagi bocah yang dulu sering membuatmu kesal,

Liat kami guru2ku,

Sekarang kami bukan lagi anak nakal yang berlarian, dan sering tak mengerjakan PR.

Namun kau tetap guru kami sampai kapanpun..

 

Banyak hal yang tak dapat tergambar,

Banyak hal yang tak dapat di goreskan dengan tinta.

Kenagan itu terlalu banyak untuk di jelaskan dengan kata.

Dan lagi2 celoteh ini tak mampu menggambarkan kenangan2 itu.

Mav jika celoteh ini tak layak untuk kalian dengarkan.

Namun satu hal yang hanya sanggup terucap dari bibir ini,

TERIMA KASIH.

Terimakasih untuk guru2ku,

Terimakasih untuk teman2ku.

Terimakasih atas semua kenangan indah masa kecil dulu.

Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s