pembuatan media Murashige skoog

Standard

Pendahuluan

            Media merupakan faktor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan (Yuliarti 2010). Keberhasilan perbanyakan dan perkembangbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan secara umum sangat tergantung pada jenis media. Media tumbuh pada kultur jaringan sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkannya. Oleh karena itu, macam-macam media kultur jaringan telah ditemukan sehingga jumlahnya cukup banyak. Nama-nama media tumbuh untuk eksplan ini biasanya sesuai dengan nama penemunya. Media tumbuh untuk eksplan berisi kualitatif komponen bahan kimia yang hampir sama, hanya agak berbeda dalam besarnya kadar untuk tiap-tiap persenyawaan.

Media yang digunakan biasanya berupa garam mineral, vitamin, dan hormon. Selain itu diperlukan juga bahan tambahan seperti agar-agar, gula, arang aktif, bahan organik dan lain-lain. Zat pengatur tumbuh yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Medium yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol-botol kaca. Medium yang digunakan juga harus disterilkan dengan cara memanaskannya dengan autoklaf (Mariska & Purmaningsih 2001), agar tidak terjadi kontaminasi dari bakteri maupun cendawan (Hendaryono & Wijayani 1994).

Komposisi media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat berbeda jenis dan konsentrasinya. Perbedaan komposisi media dapat mengakibatkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan eksplan yang ditumbuhkan secara invitro. Media Murashige dan Skoog (MS) yang sering digunakan karena cukup memenuhi unsur hara makro, mikro dan vitamin untuk pertumbuhan tanaman (Marlina 2004).

 

Tujuan

            Tujuan dilakukannya praktikum ini untuk membuat larutan baku dan mengetahui komposisi suatu media tanam kultur jaringan.

Bahan dan alat

            Bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain, garam-garam anorganik berupa NH4NO3 10 ml, KNO3 10 ml, MgSO4.7H2O, KH2PO4, CaCl.2H2O, Fe EDTA (FeSO4.7H2O, Na2EDTA.2H2O), larutan hara mikro berupa KI, H3BO3, MnSO4.4H2O, ZnSO4.7H2O, Na2MoO4.2H2O, CuSO4.5H2O, CoCl2.6H2O, sukrosa 30.000 mg, mio-inositol 100 mg, dan agar-agar 7 mg.

            Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah pipet volumetrik, gelas ukur, pemanas air, timbangan, sudip, batang pengaduk, gelas piala, botol media, labu Erlenmeyer, karet, plastik, silk, autoklaf, pipet, alumuniumfoil, tissu.

Pembahasan

Jenis media kultur jaringan antara lain Murashige & Skoog (media MS), Gamborg B5 (media B5), Schenk & Hildebrant (media SH), WPM (Woody Plant Medium), Nitsch & Nitsch, Knop dapat juga digunakan untuk menumbuhkan kalus wortel, White dikembangkan oleh Hildebrant untuk keperluan kultur jaringan tumor bunga matahari, Knudson dan media Vacin and Went media ini dikembangkan khusus untuk kultur anggrek.

Medium Murashige  dan  Skoog  (MS)  merupakan perbaikan komposisi medium Skoog, terutama kebutuhan garam anorganik yang mendukung pertumbuhan optimum pada kultur jaringan tembakau. Medium MS mengandung 40 mM N dalam bentuk NO3 dan 29 mM N dalam bentuk NH4+. Kandungan N ini, lima kali lebih tinggi dari N total yang terdapat pada media Miller, 15 kali lebih tinggi dari media tembakau Hildebrant, dan 19 kali lebih tinggi dari media White. Kalium juga ditingkatkan sampai 20 mM, sedangkan P 1,25 mM. Unsur makro lainnya pada medium MS konsentrasinya dapat dinaikkan sedikit. Pertama kali unsur-unsur makro dalam media MS dibuat untuk kultur kalus tembakau, tetapi komposisi MS ini sudah umum digunakan untuk kultur jaringan jenis tanaman lain (Hendaryono 2002).

Senyawa-senyawa sumber unsur hara makro diperlukan dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu sebaiknya dibuat dalam larutan stok tunggal. Selain itu anion senyawa sumber unsur hara makro tidak sama, kemungkinan hal tersebut akan mempercepat pengendapan larutan bila dibuat larutan stok campuran. Unsur hara mikro sangat sedikit diperlukan dalam pembuatan media. Biasanya larutan hara mikro dibuat dengan kepekatan 100 atau 200 kali konsentrasi media dan bahan yang diperlukan masih cukup kecil jumlahnya. Vitamin dan zat pengatur tumbuh merupakan bahan-bahan kimia organik yang umumnya peka terhadap suhu dan cahaya tinggi. Selain itu zat organik dalam bentuk larutan mudah mengalami perubahan, sehingga tidak awet disimpan. Oleh karena itu larutan stok vitamin dan zat pengatur tumbuh, harus disimpan dalam lemari es dan sebaiknya dalam membuatnya tidak perlu banyak-banyak agar cepat habis terpakai.

Zat pengatur tumbuh umumnya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Proses penimbangan zat pengatur tumbuh untuk larutan stok, sulit digeneralisasikan karena biasanya zat pengatur tumbuh merupakan perlakuan dalam media kultur jaringan. Biasanya larutan stok zat pengatur tumbuh dibuat dengan kepekatan 1 -10 mg/l. Contoh cara membuat stok ZPT auksin (IAA, NAA, IBA, 2-D) 1 mg/l sebanyak 100 ml: timbang bahan sebanyak 100 mg, kemudian tuangkan kedalam gelas piala yang berisi aquades 70 ml. Sambil diaduk-aduk ditetesi sedikit larutan NaOH 1 N hati-hati hingga bahan benar-baenar larut. Setelah larut merata, kemudian dipindahkan kedalam labu takar 100 ml dan volume ditepatkan 100 ml dengan menambah aquades.

Pembuatan medium kultur kali ini dapat dikatakan berhasil, karena tidak terjadi kontaminasi bakteri ataupun cendawan pada media. Hal ini disebabkan pengerjaan yang steril mulai dari alat, bahan dan tekniknya.

 

Simpulan

Pembuatan medium kultur berhasil karena diperoleh media yang steril. Media merupakan faktor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Pembuatan medium MS dilakukan dengan mencampur unsur makro, unsur mikro, vitamin, gula, dan ZPT serta agar dengan cara dididihkan kemudian disterilisasi dan disimpan dalam inkubator.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s