ORGANOGENESIS: KULTUR KOTILEDON SEMANGKA KUNING

Standard

Pendahuluan

Kultur jaringan (Tissue culture) adalah membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman kecil yang mempunyai sifat sama dengan induknya. Juga merupakan metode untuk mengisolasi bagian tanaman seperti protoplas, sel, jaringan dan organ (daun, batang, akar, biji, bunga, buah) dan menumbuhkan dalam kondisi aseptik (Rahardja 1989). Bagian tanaman yang akan dikulturkan disebut eksplan. Jadi eksplan bisa berupa mata tunas, anthera, batang, daun dan akar yang masih muda dan terdiri dari sel-sel meristematis, yang mana sel-selnya masih aktif membelah-belah dan apabila dikulturkan pada media tumbuh yang sesuai secara invitro, maka eksplan tersebut akan tumbuh dan berkembang biak menjadi banyak (Nugroho dan Sugito 2004). Organogenesis merupakan proses pembentukan organ-organ tubuh. Untuk mendapatkan tanaman utuh dengan kultur jaringan tumbuhan dapat melalui dua cara yaitu organogenesis dan embriogenesis somatik (Karim 2006), secara langsung atau tak langsung melalui

pembentukan kalus terlebih dahulu (George & Sherington 1984).

Organogenesis merujuk kepada proses yang menginduksi pembentukan jaringan, sel atau kalus menjadi tunas tanaman sempurna. Proses ini diawali oleh hormon pertumbuhan benziladenin dan sitokinin lainnya, baik sendiri maupun dalam kombinasi dengan asam naftalasetat atau asam indolasetat dan kadang-kadang dengan asam giberelat menyebabkan diferensiasi dan pembentukkan tunas.

Tanaman yang digunakan dalam percobaan ini adalah biji semangka. Semangka (Citrullus lanatus) merupakan tanaman buah berupa herba yang tumbuh merambat yang dalam bahasa Inggris disebut Water Mellon. Semangka termasuk dalam keluarga buah labu-labuan (Cucurbitaceae) yang banyak mengandung air. Tanaman semangka dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka muda untuk bahan sayur-mayur (Budi 1996).

Media yang digunakan adalah media dasar Murashige Skoog (MS) termasuk media kultur yang komposisi unsurnya lebih lengkap dibandingkan media dasar lainnya, walaupun demikian perlu ditambah suplemen seperti air kelapa untuk mendorong pertumbuhan jaringan. Indeks keasaman (pH) media adalah 5,6. Komposisi dalam media Murashige Skoog meliputi unsur-unsur makro, mikro, vitamin, gula, asam amino dan zat pengatur tumbuh (ZPT), yang penting untuk differensiasi sel (Gunawan 1995).

Tujuan

Percobaan bertujuan untuk melakukan proses organogenesis pada semangka kuning.

Alat dan bahan

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah laminar, pinset, pisau, botol steril, gelas ukur, bunsen, silk, plastik, dan karet. Sedangkan bahan yang digunakan adalah biji semangka, larutan bayclin 5%, larutan tween, alkohol 96%, alkohol 70%, dan media ½ MS.

Pembahasan

Organogenesis biji semangka yang dilakukan bertujuan untuk menginduksi pertumbuhan tunas dan akar. Sebelum biji semangka ditanam dalam medium, eksplant semangka tersebut harus disterilisasi dengan larutan Na-hipoklorit atau alkohol 70%. Eksplant biji semangka yang disterilisasi harus sudah dihilangkan selaput bijinya yang berada diujung dengan memotongnya menggunakan sklapel.

Menurut Gunawan (1995), arah pertumbuhan dan perkembangan atau regenerasi eksplan ditentukan oleh beberapa faktor yaitu, komposisi media serta jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh, bagian tanaman yang digunakan sebagai eksplan dan lingkungan tempat eksplan dikulturkan. Medium yang digunakan untuk membiakkan potongan jaringan tersebut mengandung makanan berupa unsur – unsur hara makro dan mikro. Penggunaan eksplan dari jaringan muda lebih sering berhasil karena sel-selnya aktif membelah, dinding sel tipis karena belum terjadi penebalan lignin dan selulose yang menyebabkan kekakuan pada sel. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai eksplan adalah pucuk muda, batang muda, daun muda, kotiledon, hipokotil. Menurut Wattimena (1992) perbedaan dari bagian tanaman yang  digunakan akan menghasilkan pola pertumbuhan yang berbeda. Eksplan tanaman yang masih muda menghasilkan tunas maupun akar adventif lebih cepat bila dibandingkan dengan bagian yang tua.

Kultur jaringan meristem akan berhasil dengan baik apabila, eksplan yang dikultur masih muda, asal-usulnya jelas, bebas virus, media yang digunakan untuk menanam sesuai dengan kebutuhan tumbuhnya, selain itu, lingkungan harus aseptik dan pengaturan sirkulasi udara baik, kelembaban dan suhu harus sesuai dengan kebutuhan tumbuhnya (Nugroho & Sugito 1996).

Teknik kultur jaringan sebenarnya sangat sederhana yaitu sel atau irisan jaringan tanaman(eksplan) secara aseptik ditanam dalam media padat. Selanjutnya kalus yang terbentuk dipindah tanamkan (sub kultur) ke dalam media differensiasi yang sesuai maka akan terbentuk tanaman kecil yang lengkap (plantlet). Dengan teknik kultur jaringan, yang mana dari satu irisan kecil suatu jaringan tanaman (3 mm) dapat dihasilkan kalus yang dapat menjadi plantlet dalam jumlah yang banyak (Hendaryono & Wijayani 1994).

Percobaan organogenesis semangka kuning, diperoleh 3 dari 10 botol kultur yang dapat berkecambah dengan baik. Tujuh kultur lainnya tidak tumbuh karena terjadi kontaminasi. Kontaminasinya berupa bakteri, disebabkan kerja yang tidak steril pada waktu proses mengkulturkan.  Keberhasilan pada waktu mengkulturkan kotiledon semangka dipengaruhi oleh faktor, sterilisasi alat, bahan, dan lingkungan, teknik menamcapkan kotiledon pada media diharapkan tidak menyebabkan media rusak atau tercongkel, karena hal tersebut dapat menimbukan kontanminasi. Kelebihan teknik kultur organogenesis ini agar dapat menghasilkan bibit/individu baru dari semangka kuning dalam jumlah yang banyak, yang dilakuakn secara invitro, sehingga diharapkan dapat memperoleh individu baru dengan sifat yang seragam/sama dengan induknya.

Kesimpulan

            Percobaan organogenesis dengan kultur kotiledon biji semangka kuning ini diperoleh kecambah semangka yang tumbuh dengan baik, namun ada juga yang tidak dapat tumbuh akibat kontaminasi bakteri. Organogenesis dapat dilakukan dengan menggunakan biji dari suatu tanaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s