STEAK BATANG KRISAN

Standard

Pendahuluan

Krisan merupakan bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, sehingga prospeknya sangat baik. Krisan dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan bunga krisan secara generatif jarang dilakukan karena sulit dan bersifat heterozigot (keturunan dari biji tidak sama dengan induknya), dan membutuhkan waktu lama dan penanganan khusus (Maryati Y & Zamromi 2005). Perbanyakan krisan secara vegetatif biasanya melalui stek pucuk, anakan dan kultur jaringan. Perbanyakan krisan secara kultur jaringan dapat menghemat waktu dan dapat diperoleh jumlah bibit krisan dalam jumlah banyak.

Perbanyakan krisan secara vegetatif dapat dilakukan dengan teknik stek batang. Batang yang dipergunakan adalah ruas-ruas batang yang mempunyai buku-buku. Sehingga diharapkan dari buku-buku tersebut dapat tumbuh tunas aksilar ataupun tunas adventif.

Dalam kultur jaringan sangat diperlukan zat pengatur tumbuh untuk merangsang pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur sel, jaringan dan organ (Gunawan 1992). Zat pengatur tumbuh yang digunakan adalah sitokinin dan auksin. Sitokinin yang biasa digunakan adalah 6-Benzil Amino Purin (BAP) dan kinetin. Sitokinin adalah zat pengatur tumbuh yang berfungsi dalam mendorong pembentukan sel, merangsang inisiasi dan pertumbuhan tunas. Sitokinin dalam konsentrasi yang tinggi dapat menginduksi pembentukan tunas, namun menghambat pertumbuhan akar (Beyl 2000). Disamping merangsang pembentukann tunas adventif, sitokinin juga merangsang multiplikasi tunas aksilar dan melawan dominasi apikal. Interaksi dan perimbangan antara auksin dan sitokinin yang diberikan dalam medium dan yang diproduksi secara endogen oleh tanaman, menentukan arah perkembangan suatu kultur yang ditanam (Gunawan 1992). Sitokinin dalam hal ini Kinetin dapat berperan dalam mendorong morfogensis sel.

 

Tujuan

Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah menanam Krisan dari steak batang serta mengamati pertumbuhan akar dan daunnya.

 

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah laminar, pinset, pisau, botol steril, bunsen, silk, tissue, cawan petri, plastik, botol media dan karet. Sedangkan bahan yang digunakan adalah planlet batang Krisan yang dipotong-potong per buku, alkohol 96% dan media ½ MS.

Perbanyakan krisan secara vegetatif biasanya melalui stek pucuk, anakan dan kultur jaringan. Perbanyakan krisan secara kultur jaringan dapat menghemat waktu dan dapat diperoleh jumlah bibit krisan dalam jumlah banyak. Perbanyakan krisan secara vegetatif dapat dilakukan dengan teknik stek batang. Batang yang dipergunakan adalah ruas-ruas batang yang mempunyai buku-buku. Sehingga diharapkan dari buku-buku tersebut dapat tumbuh tunas aksilar ataupun tunas adventif.

Praktikum yang dilakukan oleh prakikan kali ini adalah melakukan penanaman pada media ½ MS steak batang Krisan yang dilakukan secara steril di dalam laminar. Setiap botol media berisi lima buku yang ditanam dan dilakukan pengamatan pertumbuhan daun dan akarnya. Setelah satu minggu dipantau hasil pengerjaannya dan ternyata buku yang ditanam telah mengalami pertumbuhan yang ditandai dengan bertambah panjangnya ruas batang dan bertambahnya jumlah daun tanpa mengalami kontaminasi dari bakteri maupun cendawan. Artinya pekerjaan yang dilakukan secara steril inipun berhasil dilakukan. Namun, pada buku krisan yang ditanam belum berhasil menunjukan akar karena waktu pengamatan yang singkat sehingga pertumbuhannya belum sempat teramati.

Menamam steak batang krisan dapat dilakukan juga dengan menambahkan hormon pertumbuhan agar pertumbuhannya dapat dipercepat seperti yang diinginkan, misalnya dengan penambahan hormon sitokinin, auksin dan giberalin. Sitokinin adalah zat pengatur tumbuh yang berfungsi dalam mendorong pembentukan sel, merangsang inisiasi dan pertumbuhan tunas, auksin untuk pertubuhan akar, sedangkan giberalin dapat merangsang pertumbuhan ruas batang.

 

Simpulan

Perbanyakan krisan secara vegetatif biasanya melalui stek batang. Batang yang dipergunakan adalah ruas-ruas batang yang mempunyai buku-buku. Sehingga diharapkan dari buku-buku tersebut dapat tumbuh tunas aksilar ataupun tunas adventif. Hasil pengamatan menunjukkan ruas batang krisan yang ditanam dalam bentuk buku berhasil tumbuh dan terlihat bertambahnya tinggi ruas batang dan jumlah daunnya, namun akarnya belum tubuh sempurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s