STERILISASI EKSPLAN

Standard

Pendahuluan

Jarak pagar (Jatropha curcas) adalah tanaman perdu yang tumbuh baik pada tanah yang tidak begitu subur, lahan kritis, marjinal dan beriklim panas. Biji tanaman jarak pagar mengandung persentase minyak yang tinggi berkisar dari 20 – 30% sehingga mulai dilirik sebagai sumber bahan bakar alternatif dimasa yang akan datang. Tanaman ini sangat tahan kering, hidup sepanjang tahun dan dapat tumbuh di daerah dengan curah hujan kurang dari 1000 mm sampai di atas 1000 mm per tahun (Alamsyah 2006).

Keladi merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium (suku talas-talasan, Araceae). Penciri yang paling khas dari keladi adalah bentuk daunnya yang seperti simbol hati/jantung. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Selain dapat sebagai tanaman hias, keladi dapat juga dimanfaatkan sebagai obat kanker yaitu dengan menggunakan tanaman keladi tikus (Purwanto 2007).

Kultur jaringan adalah teknik pengisolasian bagian tanaman seperti organ jaringan sel dan produksi yang selanjutnya ditumbuhkan dalam media buatan secara aseptik sehingga bagian tersebut beregenerasi menjadi tanaman lengkap. Pelaksanaan teknik kultur jaringan ini berdasarkan teori sel seperti yang ditemukan oleh scheiden dan schwann, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi. Totipotesi adalah kemampuan setiap sel, dari mana saja sel tersebut diambil, apabila diletakan dalam lingkungan yang sesuai akan dapat tumbuh menjadi tanaman yang sempurna (Hendaryono & Wijayani 1994).

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan kultur jaringan yaitu bahan sterilisasinya, kandungan unsur kimia dalam media, hormon yang digunakan, substansi organik yang ditambahkan dan terang atau gelapnya saat inkubasi. Dari sekian banyak permasalahan, yang harus diteliti dan diperhatikan adalah sterilisasi eksplan yang ingin dikulturkan, karena sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkannya (Daisy 1994).

 

 

Tujuan

Percobaan ini bertujuan melihat dan membandingkan proses sterilisasi eksplan yang efektif pada daun keladi merah dan ruas batang jarak pagar.

 

Alat dan Bahan

Bahan yang diguanakan adalah daun tanaman keladi merah, ruas batang tanaman jarak pagar, air detergen, air kran, larutan agept 2g/L, larutan dithane M-45 2g/L, alkohol 70%, aquasteril, bayclin 5%, 2,5%, 5%, 10%,  media ½ MS. Alat yang digunakan lamiar air flow cabinet, alat diseksi, bunsen, plastik, dan karet.

 

Pembahasan

            Sterilisasi adalah suatu proses untuk membunuh semua jasad renik yang ada, sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu medium tidak ada lagi jasad renik yang dapat berkembang biak. Sterilisasi harus dapat membunuh jasad renik yang paling tahan panas yaitu spora bakteri (Hadioetomo 1993). Sterilisasi merupakan langkah awal dalam penanaman daun keladi dan batang jarak pagar pada media MS. Sterilisasi dilakukan untuk membunuh bakteri dan cendawan yang melekat pada eksplan maupun pada alat serta bahan yang digunakan dalam penanaman eksplan.

Teknik aseptik merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam kutur jaringan. Pada tahap ini dilakukan berbagai perlakuan untuk membersihkan kotoran yang ada di permukaan bahan tanaman (disinfestasi) (Prawitasari 2005). Selain itu, pemberian bahan anti bakterial dan fungisidal (Agrept dan Dithane M-45), juga dapat dilakukan untuk memberikan tingkat sterilisasi yang baik bagi eksplan yang akan dikulturkan. Hal yang perlu diperhatikan dalam sterilisasi eksplan adalah jenis eksplannya. Perlakuan sterilisasi dapat berbeda tiap jenis eksplan. Eksplan yang memiliki tekstur yang mengandung trikoma, biasanya menggunakan konsentrasi larutan zat sterilisasinya lebih tinggi dibandingkan dengan eksplan yang tidak memiliki trikoma. Namun secara menyeluruh sterilisasi eksplan dimaksudkan agar eksplan yang digunakan tidak mengandung mikroba yang tidak diharapkan baik dipermukaan maupun didalam selnya.

Cara sterilisasi dilakukan dengan cara eksplan dicuci menggunakan air mengalir setelah itu tanaman direndam dalam detergen dan dibilas dengan air. Larutan dithane M 45 atau fungisida dan agrept (bakterisida) dibuat untuk merendam eksplan. Kemudian tanaman dibilas dengan air keran dan dilajutkan dengan merendam tanaman didalam alkohol selanjutnya direndam dengan larutan bayclin. Tween 80 berfungsi sebagai surfaktan penurun tegangan permukaan.

Berdasarkan hasil yang diperoleh, sebagian besar tanaman yang ditanam baik keladi maupun jarak pagar tidak berhasil karena terdapat kontaminasi dan juga beberapa terjadi browning. Kontaminasi cendawan memperlihatkan bahwa dalam pengerjaan penanaman tanaman, teknik aseptik kurang baik sehingga terjadi kontaminasi oleh bakteri maupun cendawan. Sedangkan efek browning merupakan suatu karakter munculnya warna coklat atau hitam yang sering membuat tidak terjadinya pertumbuhan dan perkembangan eksplan. Peristiwa browning sesunggguhnya merupakan peristiwa alamiah yang biasa yang sering terjadi. Browning umumnya merupakan suatu tanda-tanda kemunduran fisiologi eksplan dan tidak jarang berakhir pada kematian eksplan. Browning dapat terjadi karena rangsangan kimia, prinsipnya yaitu pada lingkunagan eksplan tersedia bahan-bahan kimia yang mendorong pembentukan senyawa phenol (Hendaryono dan Wijayani 1994), atau disebabkan karena sel tumbuhan yang mati akibat pemanasan yang berlebih.

Tanaman yang berhasil tidak terjadi kontaminasi maupun browning, belum menunjukan pertumbuhan kalus ataupun calon tunas karena pengamatan yang dilakukan memang dalam jangka waktu yang lama untuk dapat terlihat pertumbuhannya, sedangkan waktu pengamatan sempit yang mengharuskan penghentian waktu pengamatan.

 

Simpulan

Sterilisasi dilakukan untuk membunuh bakteri dan cendawan yang melekat pada eksplan maupun pada alat serta bahan yang digunakan dalam penanaman eksplan. sebagian besar tanaman yang ditanam baik keladi maupun jarak pagar tidak berhasil karena terdapat kontaminasi (bakteri atau cendawan) dan juga beberapa terjadi browning. Tanaman yang berhasil tidak terjadi kontaminasi maupun browning belum menunjukan pertumbuhan karena waktu pengamatan yang sempit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s